Tidur Setelah Sahur ? Awas Bahaya 5 Penyakit Ini !

Tidur Setelah Sahur ? Awas Bahaya 5 Penyakit Ini ! – Akhir-akhir ini banyak para ahli konsultan perut yang mengatakan bahwa tidur setelah makan termasuk setelah sahur dapat menimbulkan dampak yang negatif pada kesehatan tubuh, terutama untuk saluran pencernaan.

Salah satu bahaya tidur selepas sahur ialah dapat menyebabkan cairan asam lambung kembali ke kerongkongan (refluks) yang pada akhirnya akan menyebabkan masalah pada sistem saluran pencernaan bagian atas.

Meskipun penyakit asam lambung bukanlah suatu penyakit yang mematikan, namun pada dasarnya penyakit asam lambung dapat menimbulkan banyak komplikasi yang akan sangat membahayakan penderitanya.

Tidur Setelah Sahur ? Awas Bahaya 5 Penyakit Ini !

Tidur Setelah Sahur ? Awas Bahaya 5 Penyakit Ini !

Sangat penting untuk Anda ketahui ! Sejatinya, tujuan utama makan sahur ialah untuk membantu memberikan kekuatan fisik selama Anda menjalankan ibadah puasa di siang hari.

Bangun tidur saat fajar memang menjadi tantangan tersendiri, sehingga seringkali rasa kantung menyebabkan seseorang malas untuk melakukan sahur. Atau tak jarang pula seseorang akan berusaha menahan rasa kantuk dan tertidur setelah makan sahur.

Sedangkan tidur setelah sahur akan memberikan dampak yang sangat negatif untuk kesehatan jangka panjang dan jangka pendek. Bahkan beberapa kasus yang sangat jarang dapat menyebabkan kematian.

Adapun beberapa dampak buruk tidur setelah sahur diantaranya ialah :

  1. Akumulasi Lemak

Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan riwayat keluarga obesitas dan memiliki kebiasaan pergi tidur setelah makan, maka akan memiliki resiko yang jauh lebih tinggi untuk terkena obesitas.

Terlebih jika Anda makan dengan makanan yang berlemak tinggi, maka hasilnya akan jauh lebih buruk untuk kesehatan.

  1. Diare atau Konstipasi

Dalam keadaan normal, sebenarnya tubuh memerlukan kurang lebih 2 jam untuk dapat mencerna makanan secara sempurna. Kemudian lambung akan kosong dan sisa makanan akan dibuang menjadi feses.

Sayangnya, tidur setelah makan dapat menyebabkan sistem pencernaan terganggu dan membuat makanan lebih lama mengendap di dalam tubuh. Alhasil resiko diare dan konstipasi akan jauh lebih tinggi.

  1. Asam Lambung Meningkat (heartburn)

Memproses makanan di dalam tubuh tentu saja akan selalu berkaitan dengan sistem pencernaan. Jadi setiap kali makanan masuk ke dalam tubuh, maka jumlah asam lambung akan mengalami peningkatan.

Hal ini bertujuan untuk membantu mencerna makanan di dalam lambung. Namun sangat disayangkan, karena ternyata kelebihan asam lambung di dalam tubuh dapat berakibat sangat buruk hingga mengiritasi dinding lambung.

  1. Penyakit GERD

GERD atau Gastroesophageal Refluks Disease atau yang juga dikenal dengan penyakit asam lambung terjadi ketika katup yang menghubungkan antara lambung dengan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya.

Hal ini bisa diakibatkan oleh pengaruh gravitasi atau perubahan posisi, seperti terlentang pada saat atau setelah makan. Alhasil makanan yang belum seutuhnya dicerna bisa kembali lagi dari lambung ke kerongkongan.

  1. Stroke dan Serangan Jantung

Tentu saja, stroke dan serangan jantung bukanlah suatu kondisi yang remeh. Pasalnya kedua penyakit ini dapat mengantarkan penderitanya pada kematian.

Dan usut punya usut, ternyata penyakit stroke dan serangan jantung lebih beresiko terjadi pada mereka yang memiliki kebiasaan tidur setelah makan.

Jika kondisi ini dilakukan secara terus-menerus, maka kemungkinan besar otak akan kekurangan oksigen, alhasil stroke atau serangan jantung sangat beresiko terjadi.

Posted by : theyelpscam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konsultasikan Disini!!